Simbol Tipografi Lain

Ampersan, aroba, asteris, derajat, interobang, persen, tagar, dan tilde.

Ivan Lanin
3 min readApr 28, 2023

--

Gambar Penggunaan Simbol Tipografi Lain

Selain 15 tanda baca yang dicantumkan dalam Ejaan yang Disempurnakan (EYD), ada beberapa simbol tipografi lain yang digunakan dalam naskah bahasa Indonesia. Kita kerap menggunakan simbol-simbol tersebut dengan hanya mengikuti contoh yang ada tanpa tahu persis arti dan aturannya. Mari kita uraikan penggunaan simbol &, @, *, °, ?!, %, #, dan ~.

Ampersan (&)

Ampersan digunakan untuk mengganti kata dan. Saya sering menggunakan simbol ini pada poster atau salindia, tetapi tidak pernah menyertakannya pada naskah formal. Beberapa nama perusahaan asing juga mencantumkan simbol ini pada nama resminya, misalnya John Wiley & Sons. Saat ini, EYD menggunakan tanda garis miring untuk mengganti kata dan.

Aroba (@)

Aroba digunakan untuk membatasi nama akun dan domain di alamat surel serta menandai nama akun di media sosial. Selain itu, simbol ini dapat dipakai untuk menandai harga satuan dalam akuntansi dan tagihan.

Dalam bahasa Inggris, simbol ini umumnya dibaca “at” (di) sehingga dikenal dengan nama at sign (simbol di). Kata aroba saya usulkan sebagai serapan sebutan bahasa Spanyol untuk simbol ini: arroba. Saya pikir sebutan “aroba” lebih enak daripada “simbol di” atau “a keong”.

Asteris (*)

Asteris digunakan untuk menandai penjelasan berupa catatan kaki. Tanda tersebut diberikan sesudah bagian yang akan dijelaskan dan sebelum bagian penjelasannya. Jika ada lebih dari satu catatan kaki, simbol lain yang digunakan secara berurutan setelah asteris adalah

  • † (badik/dagger),
  • ‡ (badik ganda/double dagger),
  • § (seksi/section),
  • ‖ (bilah vertikal ganda), dan
  • ¶ (paragraf/pilcrow).

Derajat (°)

Simbol derajat digunakan untuk menandai derajat suhu dan sudut. Ada dua mazhab besar untuk penggunaan spasi pada simbol derajat ini: International Organization for Standardization (ISO) memberi spasi di antara angka dan simbol, sedangkan Chicago Manual of Style (CMS) tidak memberi spasi. Perbedaan ini juga diterapkan pada simbol persen: ISO memberi spasi di antara angka dan simbol, sedangkan CMS tidak.

Pada tulisan sebelumnya, saya menyarankan simbol derajat suhu dituliskan dengan spasi (mengikuti ISO) , sedangkan persen dituliskan tanpa spasi (mengikuti CMS). Demi konsistensi, saya mengoreksi usul itu dan menyarankan untuk tidak memberi spasi sebelum simbol derajat suhu. Entri celcius di KBBI pun mencantumkan simbol derajat tanpa spasi sebelumnya.

Interobang (?!)

Interobang adalah gabungan tanda tanya (interrogative) dan tanda seru (exclamation/bang). Simbol ini diciptakan oleh Martin K. Speckter, seorang praktisi periklanan Amerika Serikat, pada 1962. Interobang digunakan untuk menunjukkan gabungan pertanyaan dan seruan, misalnya pada pernyataan dengan rasa heran dan antusias, pertanyaan dengan rasa girang, atau pertanyaan retoris. Penggunaan simbol ini tampaknya perlu dibatasi hanya pada laras bahasa sastra dan kreatif.

Persen (%)

Simbol persen digunakan untuk menunjukkan persentase, yaitu angka pecahan dari seratus. Simbol ini menggantikan kata persen sehingga mestinya diberi spasi sebelumnya, sama seperti simbol ampersan yang menggantikan kata dan diberi spasi sebelumnya. Namun, saya mengikuti pedoman CMS dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang tidak memberikan spasi sebelum simbol ini.

Tagar (#)

Tagar (akronim tanda pagar) atau simbol nomor (number sign) digunakan untuk menunjukkan bilangan ordinal (urutan/tingkat), menggantikan nomor atau ke-. Simbol ini juga digunakan di media sosial untuk menunjukkan label (tag) tertentu yang disebut hashtag.

Tilde (~)

Tilde digunakan untuk mengganti sublema dalam kamus demi menghemat jumlah karakter. Dalam ragam nonformal, simbol ini kerap digunakan untuk menggambarkan kalimat yang mengalun dan bernada lebih halus. Yhaaa~

Ada beberapa simbol atau tanda lain yang juga ditemukan dalam naskah bahasa Indonesia yang belum saya uraikan di atas, seperti bilah vertikal (|) dan kurawal ({…}). Tulisan ini mungkin akan diubah dan disempurnakan sesuai dengan isu yang saya temukan seiring dengan berjalannya waktu.

Tingkatkan keterampilan bahasa Anda melalui kelas Narabahasa, baik yang diadakan secara langsung (sinkron) maupun melalui rekaman (asinkron). Kunjungi toko daring kami di Shopee dan Tokopedia untuk memperoleh buku-buku dan pernak-pernik kebahasaan yang menarik.

--

--

Ivan Lanin

Wikipediawan pencinta bahasa Indonesia yang belajar bercerita setiap hari