Member-only story
Pola Kalimat
Delapan pola kalimat dasar dan dua cara perubahan urutan
Kalimat dasar adalah kalimat yang (a) terdiri atas satu klausa, (b) memiliki unsur yang lengkap, (c) mengikuti pola urutan umum, dan (d) tidak mengandung pertanyaan, perintah, seruan, atau pengingkaran. Dari lima unsur fungsi sintaksis kalimat—subjek (S), predikat (P), objek (O), pelengkap (Pel), dan Keterangan (K), kita dapat membentuk delapan pola kalimat dasar.
Belum jadi anggota Medium? Baca gratis tulisan ini di sini.
Berikut ini pola kalimat dasar beserta contohnya.
- S-P: Ia (S) pergi (P).
- S-P-O: Ia (S) membeli (P) obat (O).
- S-P-Pel: Ia (S) berbelanja (P) obat (Pel).
- S-P-K: Ia (S) pergi (P) kemarin (K).
- S-P-O-Pel: Ia (S) membelikan (P) ibunya (O) obat (Pel).
- S-P-O-K: Ia (S) membeli (P) obat (O) kemarin (K).
- S-P-Pel-K: Ia (S) berbelanja (P) obat (Pel) kemarin (K).
- S-P-O-Pel-K: Ia (S) membelikan (P) ibunya (O) obat (Pel) kemarin (K).
Berdasarkan pola-pola di atas, kita dapat melihat bahwa kalimat dapat memiliki dua hingga lima unsur. Unsur yang harus ada dalam sebuah kalimat hanya subjek dan predikat.
Urutan unsur pada kalimat dasar itu dapat diubah dengan dua cara, yaitu pemindahan (1) letak keterangan ke awal atau tengah kalimat dan (2) letak predikat ke depan subjek. Berikut ini contoh perubahan urutan tersebut.
- K-S-P: Kemarin (K) ia (S) pergi (P).
- S-K-P: Ia (S) kemarin (K) pergi (P).
- P-S: Tidak banyak (P) orang yang jujur (S).
Kalimat majemuk memiliki pola yang lebih kompleks. Namun, pola kalimat majemuk sebenarnya merupakan gabungan pola-pola yang telah disebutkan di atas. Berikut ini contoh beberapa pola kalimat majemuk (Konj = konjungsi).
- Dia (S1) mengatakan (P1) bahwa (Konj) kamu (S2) sudah makan (P2) tadi pagi (K2).
- Karena (Konj) makan (P2) sayur basi (O2), ia (S1) sakit (P1) perut (Pel1).
- Partai itu (S1) setuju (P1) dengan rencana kenaikan harga (Pel1), tetapi (Konj1) partai yang lain (S2) menentangnya (P2 + O2)…