Sitemap

Member-only story

Saintek

Kerajaan Jamur yang Terlupakan

#988: Bukan Flora, Bukan Fauna, melainkan Dunia Sendiri

3 min readSep 8, 2025
Press enter or click to view image in full size
Jamur Amanita muscaria yang indah, tetapi beracun (Transly Translation Agency/Unsplash)

Skripsi S-1 saya berjudul “Pemisahan Penisilin G, 6-APA, dan PAA dengan Elektrofiltrasi”. Saat itu saya lebih memilih Bioteknologi daripada alternatif peminatan Teknik Kimia Umum dan Teknologi Gas. Bioteknologi menekankan pemanfaatan makhluk hidup atau enzim dalam proses kimia, mulai dari fermentasi untuk menghasilkan obat dan pangan hingga rekayasa proses biologis skala industri.

🔑 Lanjutkan membaca dengan mengklik tautan teman ini.

Dari sanalah saya menyadari bahwa penisilin, antibiotik yang menyelamatkan jutaan nyawa, berasal dari jamur Penicillium. Fermentasi jamur ini menghasilkan Penisilin G sebagai produk utama, 6-APA sebagai bahan dasar antibiotik semisintetik, dan PAA sebagai prekursor yang perlu dipisahkan. Sejak itu, jamur tidak lagi saya pandang sebagai sekadar penghuni lembap, melainkan kerajaan kehidupan yang penuh kejutan.

Sejarah biologi sempat menempatkan jamur dalam kelompok tumbuhan karena tubuhnya tidak bergerak dan sering tumbuh di tanah. Namun, penelitian lebih lanjut mengubah pandangan itu. Secara genetis, jamur ternyata lebih dekat dengan hewan ketimbang dengan tumbuhan. Karena itu, para ilmuwan akhirnya mengakui fungi sebagai kerajaan (kingdom) tersendiri…

--

--

Ivan Lanin
Ivan Lanin

Written by Ivan Lanin

Wikipediawan pencinta bahasa Indonesia yang berlatih bercerita setiap hari