Kebutuhan Keterampilan Menulis Firma Hukum

Opini hukum, artikel hukum, notula rapat, surat, dan memo internal.

Ivan Lanin
3 min readJul 31, 2023

--

Peserta Pelatihan Menulis untuk Anggraeni and Partners (Foto: Nabila)

Baru kali ini saya diajak merayakan ulang tahun klien di tengah-tengah pelatihan. Momen langka itu terjadi saat saya mengisi pelatihan luring (offline) untuk Anggraeni and Partners (AP) pada Jumat, 28 Juli 2023. Sesi pagi yang mestinya selesai pukul 11.30 dipercepat agar para peserta sempat mengikuti tumpengan ulang tahun Pak Mudji, pendiri (founder) AP, sebelum salat Jumat. Kebetulan, pelatihan hari itu diadakan di kantor mereka.

AP ini firma hukum yang berkantor di kompleks Tendean Square, Jakarta Selatan. Kantor AP terdiri atas tiga unit yang disatukan dan masing-masing memiliki empat lantai. Kantor ini tidak memiliki lift, sedangkan pelatihan diadakan di lantai teratas. Olahraga pagi mendaki empat lantai lumayan membuat napas saya tersengal-sengal.

Saat acara dimulai, saya masih belum terlalu memahami tujuan AP mengadakan pelatihan Penulisan Naskah Dinas dan Hukum dengan penekanan pada korespondensi internal. Meski makin ke sini makin banyak perusahaan partikelir (swasta) yang meminta pelatihan griyaan (inhouse training) kepada Narabahasa, ini klien pertama kami yang merupakan firma hukum.

Bagi saya, penting sekali untuk mengetahui alasan sebuah perusahaan klien mengadakan pelatihan bagi karyawannya. Investasi biaya dan waktu untuk pelatihan tidak sedikit. Pengorbanan itu harus memberikan pengembalian investasi (return on investment/ROI) tanwujud (intangible) berupa peningkatan keterampilan karyawan. Karyawan yang terampil akan menjadi aset bagi perusahaan.

Dua contoh dokumen yang saya peroleh sebelum acara tidak terlalu membantu menguak misteri alasan AP mengadakan pelatihan kebahasaan. Tidak ada masalah berarti yang saya temukan pada kedua dokumen tersebut. Wajar, sih. Biasanya, contoh dokumen yang saya terima prapelatihan memang dipilih yang cukup baik.

Dengan bertanya kepada beberapa orang dari sekitar 30 peserta yang hadir, saya mulai mengetahui jenis tulisan yang biasa mereka tangani. Peserta terbagi dua kelompok besar: lawyer (ahli hukum) dan nonlawyer (administrasi). Produk utama ahli hukum berupa opini hukum untuk perkara yang mereka tangani, sedangkan administrasi berupa surat. Selain itu, mereka juga membuat artikel hukum, notula rapat, dan memo internal.

Beberapa peserta menyatakan bahwa mereka menulis untuk pekerjaan kantor dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Mereka merasa tidak mengalami masalah berarti saat menulis dalam bahasa Inggris, terutama karena adanya alat bantu pemeriksa tulisan seperti Grammarly. Namun, mereka sering membuat kesalahan saat menulis dalam bahasa Indonesia baku.

Setelah rehat makan siang, misteri kebutuhan keterampilan menulis yang diperlukan firma hukum ini mulai terkuak. Pada awal sesi siang, Bu Tanya, salah seorang senior di AP, menyampaikan kepada para koleganya bahwa pelatihan ini merupakan upaya untuk menyeragamkan pembuatan naskah dinas perusahaan. Selanjutnya, Pak Anggi, juga salah seorang senior di AP, menayangkan beberapa jenis tulisan yang sering mereka buat melalui laptopnya.

Kami membahas satu per satu dokumen yang ditunjukkan Pak Anggi. Pembahasan itu mencakup semua satuan bahasa, mulai dari penataan wacana, pengembangan paragraf, perangkaian kalimat, pemilihan kata, hingga perapian ejaan. Pemahaman saya tentang kebutuhan mereka makin meningkat sepanjang sesi bedah kasus ini.

Menjelang akhir pelatihan, satu-satunya peserta yang mengikuti pelatihan secara daring akhirnya buka suara. Beliau Bu Fitri, Partner Pengelola (Managing Partner) AP yang tidak dapat hadir secara langsung karena sedang di luar negeri. Ternyata, Bu Fitri pernah mengikuti beberapa kelas daring Narabahasa selama pandemi. Rupanya, beliaulah inisiator pelatihan ini.

Tingkatkan keterampilan berbahasa Anda melalui kelas Narabahasa, baik yang diadakan secara langsung (sinkron) maupun melalui rekaman (asinkron). Kunjungi toko daring kami di Shopee dan Tokopedia untuk memperoleh buku-buku dan pernak-pernik kebahasaan yang menarik.

--

--

Ivan Lanin

Wikipediawan pencinta bahasa Indonesia yang belajar bercerita setiap hari