Sitemap

Member-only story

Jurnal

Engsel yang Aus

#989: Ketika Penopang Berubah Menjadi Penghalang

3 min readSep 9, 2025
Press enter or click to view image in full size
Botol setia yang kini aus (Dok. Pribadi)

Botol minum dua liter setia menemani saya di pojok meja kerja. Tutupnya praktis karena berengsel. Setelah beberapa bulan dipakai, engselnya kendor. Tutup kerap mengatup sendiri sehingga air yang sedang dituangkan pun tumpah berceceran. Semalam kejadiannya agak parah. Laptop saya nyaris tersiram air. Saya mendesah kesal. Penyebab yang tampak sepele, engsel yang aus, dapat menimbulkan petaka.

🔑 Lanjutkan membaca dengan mengklik tautan teman ini.

Sekelebat pikiran membuat saya terdiam. Saya merasa hidup pun kadang serupa. Ada hal-hal yang dahulu menopang, kini justru menghalangi. Tutup botol yang menutup sendiri menjadi metafora bagi kebiasaan, relasi, atau prinsip yang lama-lama aus. Ia tidak lagi berfungsi seperti semula, malah membendung aliran. Yang menyakitkan, kita sering baru sadar hanya ketika semuanya sudah terlambat.

Saya teringat pada kebiasaan menunda pekerjaan dengan alasan ingin benar-benar siap. Dulu itu terasa bijak karena memberi rasa percaya diri untuk melangkah. Namun, lama-kelamaan, penundaan justru menghambat. Alih-alih membuat langkah ringan, saya malah terjebak dalam persiapan yang tak kunjung usai. Sesuatu yang dulu menjadi penopang berubah menjadi penghalang.

--

--

Ivan Lanin
Ivan Lanin

Written by Ivan Lanin

Wikipediawan pencinta bahasa Indonesia yang berlatih bercerita setiap hari