Member-only story
Jurnal
Engsel yang Aus
#989: Ketika Penopang Berubah Menjadi Penghalang
Botol minum dua liter setia menemani saya di pojok meja kerja. Tutupnya praktis karena berengsel. Setelah beberapa bulan dipakai, engselnya kendor. Tutup kerap mengatup sendiri sehingga air yang sedang dituangkan pun tumpah berceceran. Semalam kejadiannya agak parah. Laptop saya nyaris tersiram air. Saya mendesah kesal. Penyebab yang tampak sepele, engsel yang aus, dapat menimbulkan petaka.
🔑 Lanjutkan membaca dengan mengklik tautan teman ini.
Sekelebat pikiran membuat saya terdiam. Saya merasa hidup pun kadang serupa. Ada hal-hal yang dahulu menopang, kini justru menghalangi. Tutup botol yang menutup sendiri menjadi metafora bagi kebiasaan, relasi, atau prinsip yang lama-lama aus. Ia tidak lagi berfungsi seperti semula, malah membendung aliran. Yang menyakitkan, kita sering baru sadar hanya ketika semuanya sudah terlambat.
Saya teringat pada kebiasaan menunda pekerjaan dengan alasan ingin benar-benar siap. Dulu itu terasa bijak karena memberi rasa percaya diri untuk melangkah. Namun, lama-kelamaan, penundaan justru menghambat. Alih-alih membuat langkah ringan, saya malah terjebak dalam persiapan yang tak kunjung usai. Sesuatu yang dulu menjadi penopang berubah menjadi penghalang.
