Sitemap

Member-only story

Saintek

Dari Utang ke Nol

#992: Jejak Panjang Angka dalam Peradaban

3 min readSep 12, 2025
Press enter or click to view image in full size
Ilustrasi: Lia Bekyan/Unsplash

Manusia merasa perlu mengembangkan tulisan untuk mencatat hasil panen, pajak, dan … utang. Di Mesopotamia, sekitar lima ribu tahun lalu, bangsa Sumeria membuat tablet tanah liat berisi jumlah gandum dan ternak yang dipinjamkan atau dipungut. Sebelum ada tulisan penuh, mereka bahkan memakai token kecil dari tanah liat sebagai tanda transaksi.

🔑 Lanjutkan membaca dengan mengklik tautan teman ini.

Dari fungsi praktis itu, angka berkembang di berbagai belahan dunia. Rakyat Mesir Kuno memakai hieroglif untuk menghitung panen dan pajak, penduduk Babilonia menekan tanda pada tanah liat untuk menyusun perhitungan berbasis 60, dan bangsa Maya merancang titik, garis, serta lambang cangkang sebagai nol. Semua peradaban menemukan cara khas untuk menata bilangan.

Perjalanan angka tidak tunggal, melainkan paralel. Di satu sisi, bangsa Romawi memakai huruf untuk mencatat angka tanpa mengenal nol. Di sisi lain, masyarakat Inka yang tidak memiliki tulisan mengikat simpul pada tali quipu untuk mencatat jumlah jagung atau tentara. Setiap sistem lahir dari kebutuhan, lingkungan, dan teknologi yang tersedia.

Cara kita menulis angka hari ini tidak lahir seketika. Ia merupakan hasil perjalanan panjang dari India, diadopsi…

--

--

Ivan Lanin
Ivan Lanin

Written by Ivan Lanin

Wikipediawan pencinta bahasa Indonesia yang berlatih bercerita setiap hari