Member-only story
Memoar
Belajar Manajemen dari Pintu Belakang
#985: Dari Kode Program ke Rapat Direksi
Saya tidak pernah bercita-cita belajar manajemen. Pertemuan dengan bidang itu datang dari arah yang tak terduga. Saat diminta membuat aplikasi manajemen risiko bernama iRisq pada 2007, saya harus memahami konsep di baliknya. Tanpa itu, aplikasi hanya akan menjadi kerangka kosong tanpa jiwa. Mau tidak mau, saya mulai mempelajari berbagai istilah yang awalnya terasa janggal, seperti probabilitas, dampak, dan mitigasi.
🔑 Lanjutkan membaca dengan mengklik tautan teman ini.
Pak Anton, pendiri APB Group, menegaskan bahwa sudah waktunya saya melangkah lebih jauh, menjadi konsultan yang bisa berdiri di hadapan klien. Dari beliaulah datang paksaan pertama yang mendorong saya keluar dari zona nyaman. Paksaan itu membuka jalan saya ke dunia tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan—bidang yang dikenal dengan singkatan GRC (governance, risk management, and compliance).
Sejak awal, saya kerap menemani Pak Anton bertemu pimpinan perusahaan klien kami. Saya tidak pernah sendirian, karena beliau atau Bu Diane selalu mendampingi. Dari mereka saya belajar bahwa manajemen adalah keputusan nyata dengan konsekuensi besar, sementara Charles, sahabat sekaligus rekan, mengajari saya berbasa-basi.
